Jumat 01 Dec 2023 18:02 WIB

Longsor Terjadi di Enam Kampung Desa Cianaga Sukabumi

Longsor dilaporkan merusak sejumlah rumah warga. 

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Longsor.
Foto: bpbd sukabumi
(ILUSTRASI) Longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Bencana longsor terjadi di enam kampung wilayah Desa Cianaga, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sejumlah rumah warga dan jalan dilaporkan terkena longsoran.

Berdasarkan informasi Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi, longsor di enam titik Desa Cianaga itu terjadi pada Kamis (30/11/2023) malam, sekitar pukul 22.00-23.00 WIB.

Baca Juga

Menurut Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Kabandungan, Yusuf, longsor diduga dipicu hujan deras, yang terjadi sejak sekitar pukul 15.00 WIB hingga dini hari. “Titik pertama di Kampung Cipicung RT 05/RW 01. Longsor panjang 15 meter dan tinggi enam meter. Berakibat satu rumah rusak,” kata dia, Jumat (1/12/2023).

Longsor juga dilaporkan menutup jalan lingkungan. Ada juga jalan yang tertutup longsor di Kampung Cimeri RT 03/RW 01. Longsor dengan ketinggian lima meter dan lebar enam meter pun mengancam dua rumah warga di kampung tersebut.

 

Kejadian longsor dilaporkan juga di Kampung Cimanggu RT 07/RW 02, dengan lebar tujuh meter dan tinggi empat meter. Longsor mengakibatkan satu rumah rusak berat, serta dua rumah rusak ringan dan kondisinya terancam.

Yusuf mengatakan, ada pula kejadian longsor di Kampung Cisuren RT 01/RW 03, dengan panjang empat meter dan tinggi tiga meter. Akibatnya satu unit rumah rusak ringan. Sementara longsor di Kampung Ciangrit RT 07/RW 04, dengan panjang enam meter dan tinggi tiga meter, mengancam satu rumah.

Satu kejadian longsor lainnya dilaporkan di Kampung Cisuren RT 01/RW 03, dengan panjang delapan meter dan tinggi tiga meter. Longsoran dikabarkan menimbus jalan desa.

Menurut Yusuf, sementara ini total ada sekitar delapan rumah warga yang mengalami kerusakan akibat terdampak bencana. “Ada juga warga yang mengungsi, satu KK (kepala keluarga), yang terdiri atas lima jiwa,” kata dia.

Yusuf mengatakan, warga terdampak bencana ini membutuhkan bantuan darurat, seperti pangan, terpal, juga karung. Ihwal jalan yang terdampak longsoran, kata dia, sudah dilakukan pembersihan oleh warga bersama petugas. 

 

Yuk gabung diskusi sepak bola di sini ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement