Senin 04 Dec 2023 16:42 WIB

Longsor di Tiga Kecamatan Kabupaten Sukabumi, Sejumlah Rumah Rusak

Longsor di Sukabumi dilaporkan dipicu hujan deras.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Bencana longsor.
Foto: bpbd sukabumi
(ILUSTRASI) Bencana longsor.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Hujan deras dilaporkan memicu kejadian longsor di tiga kecamatan wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Sejumlah rumah warga dikabarkan rusak terdampak longsor.

Petugas Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi Sandra Fitria mengatakan, longsor terjadi di wilayah Kecamatan Cicurug, Parungkuda, dan Kecamatan Warungkiara pada Ahad (3/12/2023).

Baca Juga

Di Kecamatan Cicurug, longsor dilaporkan melanda wilayah Pasir Tengah, Desa Kutajaya. Sandra mengatakan, hujan deras memicu tebing setinggi sekitar 15 meter longsor. Longsoran tebing dengan panjang sekitar 25 meter dan lebar 10 meter itu menimpa dua rumah warga.

Menurut Sandra, tidak ada korban jiwa maupun luka akibat kejadian itu. Namun, rumah warga terdampak mengalami kerusakan. “Kondisi rumah tidak bisa huni,” kata dia, Senin (4/12/2023).

Longsor juga dilaporkan terjadi di wilayah Kampung Cipamarayan, Desa Damarraja, Kecamatan Warungkiara. Menurut Sandra, hujan deras yang berlangsung cukup lama mengakibatkan longsor pada tebing dengan panjang sepuluh meter, lebar lima meter, dan tinggi 5 meter. Material longsor dilaporkan menimpa rumah satu warga dan mengancam satu rumah warga lainnya.

Menurut Sandra, terjadinya longsor di Kampung Cipamarayan itu membuat warga terdampak mengungsi sementara. Material longsoran yang menimpa rumah dikabarkan mulai dibersihkan.

Sementara di Kecamatan Parungkuda, longsor dilaporkan terjadi di wilayah Kampung Sukasirna, Desa Parungkuda. Menurut Sandra, longsor mengakibatkan satu ruangan kamar tidur di rumah warga tidak bisa ditempati.

Sandra mengatakan, Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) sudah meninjau ke sejumlah lokasi bencana itu. P2BK berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk melakukan pendataan, sekaligus mengimbau masyarakat agar tetap waspada akan potensi bencana saat musim hujan.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement