Rabu 27 Dec 2023 08:46 WIB

Libur Nataru di Bandung, BMKG Ingatkan Potensi Hujan Lebat Serta Angin Kencang

Kondisi cuaca ekstrem berpotensi memicu terjadinya bencana.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Kondisi cuaca.
Foto: Republika/Mahmud Muhyidin
(ILUSTRASI) Kondisi cuaca.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Kelas I Bandung mengimbau masyarakat waspada akan potensi terjadinya kondisi cuaca ekstrem pada akhir tahun ini. Prakiraan cuaca ini bisa menjadi informasi bagi wisatawan yang hendak bepergian pada momen libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Kepala BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Bandung Teguh Rahayu mengatakan, pada periode Rabu (27/12/2023) hingga malam pergantian tahun, Ahad (31/12/2023), diprakirakan ada potensi terjadinya kondisi cuaca ekstrem di wilayah Bandung Raya.

Baca Juga

Cuaca ekstrem diprediksi dapat terjadi dalam durasi yang singkat. “Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, disertai petir dan angin kencang, dapat terjadi pada skala lokal di sebagian wilayah,” kata Rahayu, Rabu (27/12/2023).

Masyarakat diminta mewaspadai kondisi cuaca ekstrem yang berpotensi terjadi sore hari akibat pemanasan kuat pada sekitar pukul 10.0 WIB hingga pukul 14.00 WIB. Hal itu umumnya ditandai awan yang gelap.

Rahayu mengatakan, kondisi cuaca ekstrem ini dapat memicu kejadian bencana, seperti banjir, tanah longsor, dan pohon tumbang. “Khusus untuk wilayah bertopografi curam atau rawan longsor, untuk mewaspadai hujan ringan sampai sedang berturut-turut,” kata dia.

Pada 25 Desember 2023, kejadian bencana dilaporkan di sejumlah titik wilayah Bandung Raya. Seperti kejadian banjir dan pohon tumbang.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat Bambang Imanudin juga meminta masyarakat selalu waspada akan kejadian bencana. Saat turun hujan lebat yang disertai angin kencang, warga yang berada di jalan diminta menepi terlebih dahulu dan mencari tempat berteduh yang aman.

“Pengguna jalan agar menepi di tempat yang dianggap aman untuk menghindari pohon tumbang dan arus air yang kencang, terutama di kontur yang beda tingginya signifikan,” kata Bambang.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement