Rabu 27 Dec 2023 23:57 WIB

Ribuan Pengunjung Berkemah di Taman Nasional Gunung Gede-Pangrango

Ada sejumlah tempat berkemah yang dibuka pada momen libur Nataru ini.

Rep: Antara/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.
Foto: TAMAN NASIONAL GUNUNG GEDE PANGRANGO
(ILUSTRASI) Taman Nasional Gunung Gede Pangrango.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR — Ribuan orang mengisi waktu liburan dengan berkemah di kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP), Jawa Barat. Balai Besar TNGGP membuka sejumlah tempat berkemah pada momen liburan Natal dan tahun baru (Nataru) ini.

Salah satu pengunjung asal Jakarta, Rafli Hamami, mengaku bersama keluarganya memilih mengisi liburan dengan berkemah di alam terbuka. Selain lebih hemat biaya, bisa mengedukasi anak juga tentang alam.

Baca Juga

“Apalagi sekarang mencari udara segar sepanjang hari di Jakarta sudah sulit. Mumpung libur panjang, kami memilih berkemah di Cibodas bersama keluarga. Selain murah, sudah pasti sehat,” ujar Rafli.

Balai Besar TNGGP mencatat selama tiga hari terakhir ada sekitar 14.510 pengunjung dari berbagai daerah yang beraktivitas dan berkemah di kawasan taman nasional. Kepala Balai Besar TNGGP Sapto Aji Prabowo mengatakan, para pengunjung mendirikan tenda di lima tempat berkemah, yaitu area Situgunung, Cibodas, Gunung Putri, Mandalawangi, dan Selabintana.

“Wisatawan yang memilih menghabiskan libur panjang di tengah alam terbuka dengan membuka tenda terbanyak di lokasi Selabintana dan Situgunung. Diikuti lokasi berkemah di Cibodas, Gunung Putri, dan Mandalawangi,” kata Sapto, Rabu (27/12/2023).

Menurut Sapto, area berkemah itu masih akan dibuka hingga menjelang akhir tahun. Sementara lokasi berkemah di jalur pendakian TNGGP akan ditutup, seperti di kawasan Kandang Badak, Alun-alun Suryakencana, dan Kandang Batu.

“Jalur pendakian dan lokasi berkemah di jalur pendakian hingga Alun-Alun Suryakencana akan ditutup mulai tanggal 31 Desember 2023, sehingga sejak libur panjang Natal dan tahun baru tidak ada izin untuk berkemah di sepanjang jalur tersebut,” kata Sapto.

Sapto mengimbau pengunjung yang berlibur dan beraktivitas di kawasan TNGGP tidak membawa barang berbahaya, tetap menjaga kebersihan dengan membawa kembali sampah, serta selalu mengutamakan keselamatan.

“Kami juga meminta wisatawan yang berkemah di kawasan taman nasional untuk tetap siaga dan waspada bencana seiring tingginya curah hujan yang turun setiap hari di kawasan TNGGP. Mencari tempat berlindung ketika hujan disertai angin kencang,” kata Sapto.

Dapat mengunjungi Baitullah merupakan sebuah kebahagiaan bagi setiap Umat Muslim. Dalam satu tahun terakhir, berapa kali Sobat Republika melaksanakan Umroh?

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement