Ahad 11 Feb 2024 21:33 WIB

Sudah Sepekan Stok Beras di Sejumlah Minimarket di Indramayu Kosong

Kekosongan stok beras itu disebabkan tidak adanya kiriman dari pihak pemasok

Rep: Lilis Sri Handayani/ Red: Arie Lukihardianti
Warga antre membeli beras saat kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (2/2/2024).
Foto: ANTARA FOTO/Yusuf Nugroho
Warga antre membeli beras saat kegiatan Gerakan Pangan Murah di Kantor Dinas Pertanian dan Pangan, Kudus, Jawa Tengah, Jumat (2/2/2024).

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Stok beras di sejumlah minimarket di Kabupaten Indramayu dalam kondisi kosong. Pedagang beras di pasar tradisional pun mengaku kesulitan memperoleh pasokan beras. Hal itu seperti yang terlihat di salah satu minimarket di Kecamatan Sindang, Kabupaten Indramayu, Ahad (11/2/2024) sore. Rak penyimpanan beras terlihat kosong.

''Sudah sekitar seminggu ini kosong,'' ujar salah seorang pegawai minimarket tersebut kepada Republika.

Baca Juga

Kekosongan stok beras itu disebabkan tidak adanya kiriman dari pihak pemasok. Pegawai itupun mengaku tidak tahu kapan stok beras akan datang lagi.

Kondisi serupa juga terlihat di minimarket lain yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kecamatan Indramayu. Berdasarkan pantauan Republika, rak beras di minimarket itu juga kosong. Seorang pegawai minimarket tersebut mengatakan, stok beras habis sejak kemarin. Saat itu, beras tersedia sebanyak 15 kemasan, dengan berat masing-masing lima kilogram.

 

''Itu sehari langsung habis, banyak yang nyari. Memang tidak ada pembatasan, jadi boleh beli berapapun,'' katanya.

Sementara itu, sulitnya memperoleh pasokan beras juga dialami seorang pemilik kios beras di Pasar Mambo Indramayu, Haji Jana. Dia mengatakan, harus membayar lunas terlebih dahulu kepada pemasok untuk bisa memperoleh pasokan beras.

''Biasanya kan boleh bayarnya 75 persen dulu, dilunasinnya nanti. Nah kalau sekarang gak bisa, harus bayar lunas dulu, baru dikirim berasnya,'' kata Jana.

Jana mengatakan, pasokan beras saat ini memang seret. Hal itu imbas El Nino yang menyebabkan produksi beras petani berkurang karena banyak lahan yang tidak ditanami. 

BACA JUGA: Update Berita-Berita Politik Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement