Rabu 26 Mar 2025 21:14 WIB

Jelang Mudik Lebaran Bus Pariwisata dan Angkutan di Bandung Barat Diperiksa, Ini Hasilnya

Rampcheck selama arus mudik dan libur lebaran bakal dilakukan beberapa kali

Rep: Ferry Bangkit Rizki / Red: Arie Lukihardianti
Petugas UPTD PKB pada Dinas Perhubungan KBB Melakukan Pengecekan Kelaikan Bus Jelang Arus Mudik Lebaran 2025.
Foto: Ferry Bangkit
Petugas UPTD PKB pada Dinas Perhubungan KBB Melakukan Pengecekan Kelaikan Bus Jelang Arus Mudik Lebaran 2025.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Petugas gabungan melakukan pemeriksaan atau rampcheck bus pariwisata dan angkutan antara kota antar provinsi (AKAP) di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat jelang mudik lebaran 2025.

Petugas dari Dinas Perhubungan KBB dan Satlantas Polres Cimahi mengawali rampcheck tersebut di pool bus Berdikari Kawan Lintas (BKL) Jalan Raya Batujajar, Rabu (26/3). Petugas UPTD Pengujian Kendaraan Bermotor Dinas Perhubungan KBB mengecek satu per satu bus baik fisik maupun administrasinya.

Baca Juga

"Jadi rampcheck ini dilakukan menjelang pelaksanaan arus mudik dan liburan lebaran. Sasarannya kendaraan penumpang ini supaya dijamin aman dan laik jalan," ujar Kepala UPTD PKB Dinas Perhubungan KBB KBB, Wawan Kardiman.

Semua aspek kendaraan angkutan penumpang yang dicek mulai dari lampu, wiper, sistem pengereman, hingga klakson dipastikan sesuai dengan standar. Pihaknya ingin memastikan kendaraan yang akan digunakan untuk angkutan mudik lebaran dalam kondisi laik.

"Jadi kita cek semua, terutama sistem pengereman dan ban yang dipakai itu semua sudah oke. Kemudian untuk administrasi atau kelengkapan surat kendaraan dan pengemudi juga aman," kata dia.

Wawan menyebut rampcheck selama arus mudik dan libur lebaran bakal dilakukan beberapa kali. Rampcheck untuk bus pariwisata bakal dilakukan di area objek wisata Lembang. "Jadi yang sekarang itu yang akan melaksanakan mudik, kemudian nanti setelah Idul Fitri kita akan laksanakan rampcheck untuk kendaraan wisata di objek wisata," kata Wawan.

Wawan mengimbau, supaya bus pariwisata dan kendaraan angkutan lainnya tidak menggunakan klakson basuri atau telolet lantaran bisa mengganggu sistem pengereman. "Memang sejauh ini sudah kita pastikan tidak ada klakson basuri yang digunakan, dan kalau misalnya ada yang digunakan akan langsung dicopot," kata Wawan.

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement