Senin 04 Sep 2023 21:04 WIB

Kebakaran Kebun Serai di Sukabumi, Polisi dan Warga Gotong Royong Padamkan Api

Polisi dan warga memadamkan api dengan peralatan seadanya.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Kebakaran lahan.
Foto: ANTARA FOTO/Dedhez Anggara
(ILUSTRASI) Kebakaran lahan.

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Kebakaran melanda lahan perkebunan serai di wilayah Kampung Banyuresmi, Desa Titisan, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Senin (4/9/2023). Kebakaran dilaporkan menimbulkan asap hitam pekat. 

Kepala Polsek (Kapolsek) Sukalarang AKP Asep Jenal Abidin mengatakan, pihaknya menerima informasi dari masyarakat soal kebakaran di lahan perkebunan serai pada Senin siang. Personel Polsek Sukalarang lalu mengecek ke lokasi. Polisi bersama warga langsung berupaya memadamkan api karena khawatir merembet.

Baca Juga

“Sesampainya di lokasi, saya dan beberapa personel polsek, juga warga, mencoba memadamkan api yang sempat membakar sebagian lahan perkebunan serai tersebut menggunakan peralatan seadanya. Karena, bila dibiarkan, kami khawatir api tersebut menjalar ke ranting atau ke lahan perkebunan serai lainnya,” kata Kapolsek.

Menurut Kapolsek, pihaknya mencoba berkoordinasi dengan petugas pemadam kebakaran (damkar). Namun, kata dia, lokasi kebakaran terbilang jauh dari jalan raya. “Lokasi kebakaran lahan ini agak sulit dilewati mobil, apalagi mobil pemadam kebakaran,” ujarnya.

 

Karena itu, Kapolsek mengatakan, polisi bersama warga berinisiatif untuk berupaya memadamkan api yang membakar lahan kebun serai. Menurut dia, api bisa dipadamkan setelah sekitar satu jam.

Kapolsek mengatakan, penyebab kebakaran lahan kebun serai itu masih diselidiki. Namun, ia mengimbau masyarakat lebih berhati-hati akan potensi kebakaran, terlebih di musim kemarau.

Ia mengingatkan warga agar tidak melakukan pembakaran lahan atau sampah sembarangan karena apinya bisa merembet dan berpotensi memicu kebakaran yang lebih luas.

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement