Selasa 03 Oct 2023 13:18 WIB

DLH Jabar Masih Mencari Opsi Lokasi Pembuangan Sampah Selama Masa Darurat

Kuota pengiriman sampah Kabupaten Bandung sebanyak 756 ritase telah habis. 

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Agus Yulianto
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Prima Mayaningtias meninjau secara langsung reaktivasi zona 1 TPPAS Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat.
Foto: Dok Humas DLH Jabar
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Jabar Prima Mayaningtias meninjau secara langsung reaktivasi zona 1 TPPAS Sarimukti di Kabupaten Bandung Barat.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jawa Barat menegaskan, kuota pembuangan sampah Bandung Raya di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sarimukti dalam masa darurat. Saat ini, DLH masih mencari opsi lokasi lain untuk pembuangan sampah selama masa darurat Bandung Raya yang akan berlaku hingga 25 Oktober 2023.

"Seperti Kota Bandung yang mencari lokasi di TPA Sumedang kita coba, tapi itu kan baru selesai dibangun PUPR belum dioperasionalkan oleh Sumedang. Sehingga masih panjang untuk Sumedang bisa beroperasi, masih 2024 sementara kita mendesak," ujar Kepala DLH Jawa Barat, Prima Mayaningtias, Selasa (3/10/2023).

Prima mengatakan, berdasarkan data dari DLH Jabar, kuota pengiriman sampah Kabupaten Bandung sebanyak 756 ritase telah habis digunakan dan mengalami kelebihan sebanyak 9 kali ritase. Kemudian, untuk Kota Bandung, dari total 4.048 ritase masih menyisakan 668 ritase pengiriman. 

Sedangkan Kota Cimahi, menurut Prima, masih memliki kuota ritase sebanyak 249 pengiriman dari total kuota 599 ritase. Terakhir, Kabupaten Bandung Barat memiliki sisa ritase 127 dari 558 ritase pengiriman sampah ke TPA Sarimukti. 

 

Sementara itu, Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Barat Bey Triadi Machmudin optimistis, darurat sampah yang terjadi di Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Bandung, Kota Cimahi dan Kota Bandung pascakebakaran TPAS Sarimukti akan segera berakhir dalam waktu dekat.

Karena, menurut Bey, produsen sampah terbesar TPAS Sarimukti yakni Kota Bandung perlahan, tapi pasti mampu mengurangi volume sampah. Usai Pj Wali Kota Bandung Bambang Tirtoyuliono menerbitkan surat edaran, pengurangan sampah dari hulu.

"Ternyata surat edaran dari Pak Pj Wali Kota Bandung, Bandung bisa mengurangi 38 persen dari hulu. Jadi, artinya saya optimis. Kalau memang kita bisa bersama-sama dari hulunya, akan berkurang," ujar Bey Triadi.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan mengupayakan agar PT Sumitomo untuk segera melakukan pembangunan TPPAS Legok Nangka Kabupaten Bandung, sehingga dapat beroperasi lebih cepat. "Legok Nangka juga berproses dan sampah bisa lebih baik," katanya. 

 

Yuk koleksi buku bacaan berkualitas dari buku Republika ...
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement