Kamis 07 Dec 2023 20:33 WIB

Tinjau Pergerakan Tanah di Cireunghas Sukabumi, Kepala BNPB Bawa Bantuan

Kepala BNPB mengingatkan kesiapsiagaan mewaspadai bencana kembali terjadi.

Rep: Riga Nurul Iman/ Red: Irfan Fitrat
Warga mengamati rumah yang hancur akibat dampak pergerakan tanah di Tegalkaso, Desa Bencoy, Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (2/12/2023).
Foto: ANTARA FOTO/Henry Purba/agr
Warga mengamati rumah yang hancur akibat dampak pergerakan tanah di Tegalkaso, Desa Bencoy, Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Sabtu (2/12/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, SUKABUMI — Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto meninjau lokasi bencana pergerakan tanah di wilayah Kampung Tegalkaso, Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, Kamis (7/12/2023). Kedatangan kepala BNPB ini untuk memastikan penanggulangan bencana itu segera dilakukan.

Suharyanto datang bersama jajaran BNPB dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Sukabumi. “Sebagai Kepala BNPB, saya datang ke Kampung Tegalkaso, Desa Bencoy, Kecamatan Cireunghas, Kabupaten Sukabumi, ini diperintah Presiden Joko Widodo karena diketahui bersama beberapa waktu lalu terjadi bencana alam,” ujar Suharyanto kepada wartawan. 

Baca Juga

Sebelumnya dilaporkan pergerakan tanah di wilayah tersebut mengakibatkan lima rumah warga rusak, di mana satu di antaranya ambruk. Sementara puluhan rumah lain dinilai kondisinya terancam.

Tidak hanya meninjau lokasi terdampak bencana, Suharyanto juga membawa bantuan penanggulangan bencana. Sebagaimana dilansir BNPB, disalurkan bantuan dukungan operasional penanganan bencana berupa dana siap pakai Rp 250 juta, juga sejumlah peralatan dan logistik penanganan darurat, antara lain tiga tenda pengungsi, 100 velbed, serta 200 paket bahan pokok.

 

“Bupati sudah menetapkan status tanggap darurat di Kabupaten Sukabumi. Tentu saja pada saat tanggap darurat ini (pemerintah) pusat harus hadir memberikan bantuan saat tanggap darurat,” kata Suharyanto.

Suharyanto berharap masyarakat yang terdampak bencana secara langsung bisa secepatnya ditangani. Menurut dia, BNPB juga akan melakukan rapat koordinasi dengan pemerintah daerah, TNI, dan Polri untuk merumuskan langkah-langkah penanganan berikutnya. 

Berdasarkan pantauan, Suharyanto menilai, lahan di lokasi pergerakan tanah itu kondisinya kritis. Dikhawatirkan pergerakan tanah kembali terjadi. Terlebih, pada akhir 2023 hingga awal 2024 diperkirakan intensitas hujan tinggi. Menurut dia, diperlukan langkah antisipatif kejadian bencana. “Tentu saja kita perlu meningkatkan kesiapan dan kesiapsiagaan agar tidak terjadi lagi,” katanya.

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement