Senin 12 Feb 2024 14:06 WIB

Banjir Sumedang, Seorang Nenek Meninggal Dunia Saat Jalani Perawatan

Hujan dengan intensitas tinggi membuat tanggul Sungai Cipelang jebol

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Arie Lukihardianti
Akses jalan menuju Gerbang Tol (GT) Kertajati Tol Cikopo Palimanan (Cipali), di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, terendam banjir, Senin (12/2/2024) pagi.
Foto: Dok Republika
Akses jalan menuju Gerbang Tol (GT) Kertajati Tol Cikopo Palimanan (Cipali), di Kecamatan Kertajati, Kabupaten Majalengka, terendam banjir, Senin (12/2/2024) pagi.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG--- Arum (70 tahun) nenek asal Dusun Nanjungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang meninggal dunia saat menjalani perawatan di Puskesmas Ujungjaya, Ahad (11/2/2024) malam. Ia merupakan salah satu dari korban banjir yang terjadi di Sumedang.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Barat melaporkan bencana banjir di Dusun Leuwi Awi dan Desa Ujungjaya, Ahad (12/2/2024) menyebabkan 220 rumah terendam banjir dan 700 orang jiwa terdampak.

Baca Juga

Humas BPBD Provinsi Jawa Barat Hadi Rahmat mengatakan hujan dengan intensitas tinggi membuat tanggul Sungai Cipelang jebol. Akibatnya ratusan rumah dan ratusan jiwa terendam banjir dan terkena dampak. "Hujan tinggi membuat tanggul Sungai Cipelang jebol," ujar Hadi saat dikonfirmasi, Senin (12/2/2024).

Hadi mengatakan, petugas BPBD melakukan asesmen dan evakuasi korban terdampak. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk waspada di musim hujan yang tengah berlangsung. "Masyarakat harus waspada terhadap potensi hujan ekstrem," katanya.

Sementara itu, Kapolres Sumedang AKBP Joko Dwi Harsono mengatakan banjir di dua lokasi saat ini sudah berangsur surut. Namun, hanya tersisa genangan air dan lumpur. "Saat ini mulai surut, hanya genangan air dan lumpur. Tadi malam evakuasi, ada satu warga yang sudah berumur 70 tahun dievakuasi dan meninggal dunia di puskesmas," katanya.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement