Rabu 01 Sep 2021 19:21 WIB

Jabar Fokus Habiskan Sisa Vaksin Covid-19

Satgas Penanganan Covid mengatakan vaksin di Jabar masih tersisa 1,8 juta dosis.

Rep: Arie Lukihardianti/ Red: Bayu Hermawan
vaksinasi covid-19 (ilustrasi)
Foto: Edi Yusuf/Republika
vaksinasi covid-19 (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat (Pemprov Jabar) terus menggenjot vaksinasi Covid 19. Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Jabar, Dewi Sartika, vaksin yang sudah di kirim ke Jabar dari pusat 18.570 000. Saat ini, dipakai di angka sekitar 14.950 000 atau hampir mendekati 15 juta.

"Sisa vaksin sekarang sekitar 1,8 juta an," ujar Dewi kepada Republika.co.id, Rabu (1/8).

Baca Juga

Dewi menjelaskan, sisa vaksin 1,8 juta saat ini sudah didistribusikan ke Puskesmas yang ada di Jabar sebanyak 740 ribuan, di dinas-dinas 790 ribuan dan di Satgas Jabar sebanyak 280 ribuan.

"Rencananya sisa vaksin akan dihabiskan," katanya. 

 

Dewi mengatakan, saat ini pihaknya terus mengkomunikasikan dengan yang pemerintah pusat 15 juta. "Ini sudah disampaikan ke pusat kemarin dan terus kami komunikasikan. Apalagi kemarin kami sukses melaksanakan gebyar vaksin sudah perhari berhasil memvaksin 420 ribu orang kita posisinya itu," jelasnya.

Dengan keberhasilan itu, kata dia, Jabar mampu membuktikan bisa sukses karena sarana dan prasaran sudah siap. Begitu juga, tenaga kesehatannya (Nakes).

"Kami sudah membuktikan siap menggelar percepatan vaksinasi. Jadi tinggal mendorong suplai vaksinnya bisa terfasilitasi optimal dan proporsional atau tidak," jelasnya.

Menurut Dewi, Menkes pun sudah merespon permintaan 15 juta vaksin per bulan ini. Selain itu, Kemenkes juga juga sudah memberikan tambahan pasokan vaksin pada kabupaten/kota yang capain vaksinasinya bagus.

"Jadi daerah yang vaksinasinya bagus diberikan tambahan vaksinasi. Contohnya Sumedang mendapat alokasi tambahan sampai 50 ribu dosis vaksin. Bekasi juga dapat tambahan karena mereka dilihat stoknya kurang dari 1 Minggu sudah habis," katanya.

Penambahan ini, kata dia, dilakukan oleh pusat dengan melihat capaian vaksinasi. Pusat, melihat perwilayah dan membuat peta. Misalnya, ada yang daerah merah stok vaksinnya kurang. Di Jabar ada 14 kabupaten/kota yang tergolong daerah merah. Artinya, kabupaten/kota tersebut cepat melaksanakan vaksinasi. 

"Selain itu ada yang daerah yang pelaksanaan vaksinnya 7 sampai 10 hari, di Jabar sebanyak 7 kabupaten/kota. Ada juga yang 10 sampai 14 hari di 4 kabupaten/kota. Lalu lebih dari 14 hari ada di 2 kabupaten/kota," ujarnya.

Jadi, kata dia, dengan pemetaan seperti itu ada 14 kabupaten/kota di Jabar yang bisa mendapatkan tambahan lebih banyak vaksin. Walaupun, sebenarnya vaksin disuplai dari pusat biasanya seminggu sekali. 

"Alhamdulilah minggu kemarin kami dapat angka lebih dari 1 juta dosis tapi itu masih kurang. Dan semoga menyesuaikan dengan yang ada. Kalau ingin selesai dan herd imunity maka 15 juta vaksin perbulan harus disiapkan," kata Dewi seraya mengatakan pihaknya bersyukur selama ini tak pernah ada kekosongan vaksin di Jabar kalau pun habis besoknya sudah ada pasokan. 

 

BACA JUGA: Ikuti News Analysis News Analysis Isu-Isu Terkini Perspektif Republika.co.id, Klik di Sini
Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Terpopuler
1
Advertisement
Advertisement