Senin 14 Aug 2023 14:13 WIB

Juni-Agustus 2023, Terjadi 28 Kasus Kebakaran Lahan di Kabupaten Bandung

Kebakaran disebut bisa dipicu kondisi suhu panas dan aktivitas manusia.

Rep: Muhammad Fauzi Ridwan/ Red: Irfan Fitrat
(ILUSTRASI) Kebakaran lahan.
Foto: ANTARA/Raisan Al Farisi
(ILUSTRASI) Kebakaran lahan.

REPUBLIKA.CO.ID, SOREANG — Selama periode Juni hingga Agustus 2023, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mencatat 28 kejadian kebakaran lahan. Kasus kebakaran lahan ini tersebar di sejumlah kecamatan.

Menurut Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung Hilman Kadar, kasus kebakaran lahan terjadi, antara lain di wilayah Kecamatan Pasirjambu, Cicalengka, Soreang, dan Kutawaringin. Pada Jumat (11/8/2023), misalnya, kebakaran lahan dilaporkan terjadi di kawasan Gunung Singa, Kecamatan Kutawaringin. 

Baca Juga

Hilman mengatakan, lahan yang dilanda kebakaran, di antaranya yang ditumbuhi alang-alang, pohon bambu, juga lahan gambut. Menurut dia, kebakaran lahan ini bisa dipicu kondisi musim kemarau, terlebih ada dampak fenomena iklim El Nino. “Dampak ke wilayah kita suhu panas siang, dingin di malam hari,” kata dia, saat dihubungi, Senin (14/8/2023).

Selain itu, Hilman mengatakan, aktivitas manusia juga bisa memicu kebakaran lahan. Ia mencontohkan perilaku membuang puntung rokok yang masih menyala sembarangan. Begitu juga tindakan membuka lahan dengan cara dibakar.

 

Menurut Hilman, Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kabupaten Bandung terus berupaya menyosialisasikan kepada masyarakat ihwal potensi kebakaran lahan. Masyarakat diminta segera melapor jika ada kejadian kebakaran lahan. 

“Kami harapkan semua bisa bekerja sama, apabila terjadi kejadian kebakaran, lebih awal laporkan ke pihak kami,” kata Hilman.

Hilman mengatakan, pihaknya juga berkoordinasi dengan aparat kewilayahan untuk mengantisipasi kebakaran lahan. Termasuk juga dengan Perhutani dan PT Perkebunan Nusantara (PTPN). Perhutani dan PTPN diminta rutin melakukan pengecekan lahan. “Sehingga ketika muncul titik awal kejadian (kebakaran lahan) bisa antisipasi,” kata Hilman.

 

Advertisement
Berita Lainnya
Advertisement
Advertisement
Advertisement